IBCA Koordinator ASEAN Business Coalition on AIDS



Kesadaran tentang pentingnya perlindungan terhadap bisnis dari kerugian akibat penyebaran virus HIV dan AIDS semakin meluas di kalangan dunia usaha. Di kawasan Asia Tenggara, 10 negara yang tergabung di dalamnya baru saja membentuk kerjasama dalam penanganan HIV dan AIDS di tempat kerja. Adalah Indonesia melalui Indonesian Business Coalition on AIDS (IBCA) yang ikut memotori pembentukan ASEAN Business Coalition on AIDS ini. Tentunya dengan dukungan penuh dari Kementerian Tenaga Kerja RI yang sejak awal telah membawa ide ini di tingkat Kementerian yang terkait dengan tenaga kerja di Negara-negara ASEAN. Tujuan utama pembentukan koalisi ini adalah untuk mendorong semua Negara anggota ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Myanmar, Laos, Vietnam, dan Singapura untuk memiliki program serupa di Negara masing-masing. Program yang dimaksud adalah mendorong perusahaan-perusahaan di tiap Negara anggota ASEAN agar memiliki program penanggulangan dan pencegahan HIV dan AIDS di tempat kerjanya.

Pembentukan koalisi “ASEAN Business Coalition on AIDS” ini didorong oleh fakta bahwa makin meluasnya epidemi virus HIV di dunia saat ini, dan Negara-negara ASEAN perlu melindungi penduduknya. Tenaga kerja adalah salah satu kelompok masyarakat yang menjadi perhatian dunia usaha karena kelompok ini termasuk yang rentan karena mereka dikategorikan sebagai “Mobile Man with Money”, yaitu orang-orang yang sering bepergian ke banyak tempat dan memiliki daya beli yang tinggi.

Kekhawatiran akan terinfeksinya para tenaga kerja itu oleh virus HIV, memicu kekhawatiran lain para pengusaha yaitu terganggungnya masa depan bisnisnya akibat menurunnya produktifitas tenaga kerjanya, meningkatnya biaya rekrutmen karena kehilangan tenaga kerja yang meninggal akibat AIDS, meningkatnya biaya asuransi untuk perawatan tenaga kerja yang terinfeksi virus HIV, dan meningkatnya ketidakhadiran tenaga kerja karena sakit atau merawat keluarga yang sakit.

Indonesia menjadi “role model” dalam pembentukan business coalition on AIDS ini karena Indonesian Business Coalition on AIDS yang dibentuk pada Desember 2007, telah berhasil merangkul perusahaan-perusahaan nasional dan multinasional di Indonesia untuk memiliki program HIV dan AIDS di tempat kerja dan menjadi contoh bagi perusahaan lainnya.

Karenanya, Indonesia Business Coalition on AIDS ditunjuk menjadi koordinator ASEAN Business Coalition on AIDS untuk periode 2014 – 2016 yang tugas-tugas utamanya adalah mengkoordinir kerjasama antara Negara ASEAN dalam “best practices” program HIV dan AIDS di tempat kerja, serta mendorong setiap Negara untuk memiliki Business Coalition on AIDS.

Dengan terbentuknya ASEAN Business Coaliton on AIDS, kawasan Asia Tenggara telah memiliki satu organisasi baru yang akan menambah kuatnya kerjasama Negara-negara di kawasan ini dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, termasuk di bidang kesehatan. Hal ini tentunya akan semakin melengkapi upaya dalam penyiapaan seluruh masyarakat di kawasan Asia Tenggara dalam memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan dimulai 1 Januari 2015.


COPYRIGHT © 2014. IBCA - ALL RIGHT RESERVED. DESIGN AND DEVELOPMENT BY STARCASA