TENTANG KAMI


Indonesian Business Coalition on AIDS (IBCA) merupakan lembaga yang bertujuan untuk membantu perusahaan di Indonesia untuk menciptakan lingkungan kerja yang cerdas dalam merespon epidemi HIV, sehingga perusahaan dapat menghindari dampak dari HIV dan AIDS di dunia kerja, seperti menurunnya produktifitas, kehilangan asset perusahaan yang sangat berharga dan meningkatnya pengeluaran untuk pengobatan karyawan dan keluarganya.

Dengan dibantu oleh tenaga-tenaga profesional dibidangnya, IBCA tidak hanya akan membantu perusahaan anggota untuk dapat menerapkan program “Cerdas HIV ditempat Kerja” tetapi juga membantu melakukan monitor dan evaluasi program pencegahan HIV yang sudah ada, sehingga program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan. Program HIV ini telah menjadi bagian dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di perusahaan. Sesuai dengan hasil keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no.68/MEN/IV/2004 yang mengatakan bahwa perusahaan berkewajiban untuk melakukan tindakan pencegahan HIV dan AIDS di tempat kerja. Banyak dari anggota IBCA yang telah berhasil menjalankan program “Cerdas HIV ditempat kerja” dan mendapatkan penghargaan baik dari pemerintah Indonesia maupun dunia Internasional atas keberhasilannya dalam mengimplementasikan program pencegahan HIV di tempat kerja.

why

Sejak ditemukannya kasus HIV pertama kali di Indonesia pada tahun 1987, pertumbuhan kasus HIV dan AIDS di Indonesia meningkat secara exponensial, dan untuk tahun 2013 saja jumlah kasus HIV baru di Indonesia sudah mencapai hampir mencapai angka 30.000 lebih, dimana 70 % dari jumlah tersebut berasal dari usia produktif (25 – 49) tahun. Tentu saja hal ini akan sangat berdampak negatif bagi kelangsungan dunia usaha di Indonesia. Mereka ini berasal dari pengusaha, karyawan biasa, manager maupun top level management.

Dapat dibayangkan apabila hal ini tidak segera ditanggulangi bersama, maka dunia usaha di Indonesia akan mengalami kekurangan sumber daya manusia untuk menjadi pekerja, menurunnya produktivitas, meningkatnya biaya recruitmen dan hal hal yang dapat mengganggu stabilitas perusahaan   seperti yang pernah terjadi di Afrika Selatan 10 tahun yang lalu.

Adapun perusahaan – perusahaan yang dianggap sangat rawan tertular HIV dan AIDS adalah perusahaan –perusahaan yang memilki komposisi pekerja berjenis kelamin pria lebih banyak dari wanita, perusahaan yang sering mengirimkan pegawainya jauh dari keluarga. Kami mengkategorikan karyawan dari perusahaan ini 3M “Mobile Men with Money”.

Oleh karena itu sangat wajar bagi pebisnis untuk mulai menyadari bahwa tempat kerja merupakan salah satu sarana yang tepat untuk dapat melakukan pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS. Karena ditempat kerja adalah sarana para pekerja untuk bekerja dan bertukar informasi, termasuk didalamnya informasi mengenai Pencegahan HIV dan AIDS.


COPYRIGHT © 2014. IBCA - ALL RIGHT RESERVED. DESIGN AND DEVELOPMENT BY STARCASA